Oleh : Wahyu Deny Putra
Siang itu ….
Sayup terdengar
suara gemuruh para anak muda
Dua kubu
berhamburan meneriakkan jerit kalimat jahanam
Saling menghina,
Saling mencela
Debu-debu pun
miris menyaksikannya
Bebatuan mungil
tak berdosa berterbangan menjemput lara
Merusak sebagian
rumah-rumah yang sebelumnya telah nelangsa
Darah mubazir
terpercik tanpa peduli dalam dada
Apakah mereka
tak tahu jika semuanya dalam lembah dosa
Berkeroyok
menyerang hanya karena alasan sekulit ari saja
Hanya deru
amarah yang tak jelas arahnya
Tak kan ada
pemenang hanya kesumat buta membara
Tiba-tiba ...
satu dari ratusan raga terhantam beberapa senjata
Bruukk ... jatuh
pada tanah yang tak sudi diinjaknya
Terdengar suara
teriakan sekarat
Satu dari mereka
mati dengan kucuran darah yang sia-sia
Waktu tak bisa
diulang
Pulang tak lagi
membawa nyawa
Hanya
menghadirkan isak derai air mata
(Pernah dibukukan dalam buku antologi puisi bersama berjudul "KIlauan Permata Jiwa" yang diterbitkan oleh DIN'S Publishing)
Comments
Post a Comment