Gelap teramat pekat mengikat
Menyusuri pun seperti tak ada habisnya
Tanpa ada rongga penyejuk
Tanpa ada celah penyerap cahaya
Hanya hitam kelam suran
Hampa seakan tanpa udara
Tertatih menyedihkan dalam harap yang semu berdebu
Langkah gontai lemas hampir kehabisan tenaga
Nelangsa ... benar-benar menyedihkan
Tanpa terduga setelah pijakan yang ke sepuluh ribu
Ada satu lilin kecil
Mengobati dahaga teramat akan sinar
Kusenyumi
Kubelai
Lalu kugenggam
Kubawa halus 'tuk menuntun ke arah jalan keluar
Jalan yang lebih berwarna meski sederhana
Dalam kerinduan, 27/4/2015
(Karya Wahyu Deny Putra)
Langkah gontai lemas hampir kehabisan tenaga
Nelangsa ... benar-benar menyedihkan
Tanpa terduga setelah pijakan yang ke sepuluh ribu
Ada satu lilin kecil
Mengobati dahaga teramat akan sinar
Kusenyumi
Kubelai
Lalu kugenggam
Kubawa halus 'tuk menuntun ke arah jalan keluar
Jalan yang lebih berwarna meski sederhana
Dalam kerinduan, 27/4/2015
(Karya Wahyu Deny Putra)
Comments
Post a Comment