Masih di tepi angan yang nyaris luruh dan hendak kabur
kubaringkan penat pada lantai beralas tikar tipis
Bukannya letih hilang, justru semakin bertambah
Mencoba berdamai pada dingin malam yang mulai mengeluarkan cakarnya untuk mencengkram
Dan tetap saja rasa tak kunjung membaik
Hingga terbesit di otak agar mulut menyairkan doa
Dan di situlah kuyakin Tuhan perlahan membukakan jalan untuk langkah gontaiku menjemput mimpi.
kubaringkan penat pada lantai beralas tikar tipis
Bukannya letih hilang, justru semakin bertambah
Mencoba berdamai pada dingin malam yang mulai mengeluarkan cakarnya untuk mencengkram
Dan tetap saja rasa tak kunjung membaik
Hingga terbesit di otak agar mulut menyairkan doa
Dan di situlah kuyakin Tuhan perlahan membukakan jalan untuk langkah gontaiku menjemput mimpi.
#NgantukBerat16.3.15
Comments
Post a Comment