Saat siangku berlumur problema
sore masih buatku terkurung
dan malam tak mampu memberi sandaran nyaman
Tapi, Engkau tetap sandingkan sejuk pada pagi
Ketika puluhan teman abaikanku kala duka mempecundangi
dan aku merasa dunia ini tak adil
tapi, Engkau sengaja menyisakan satu sahabat setia
Kutatapi pandanganku yang terperosok pada keterpurukan
Langkahku mencari sebuah jurang
dan akan melompatinya
kenapa banyak hiasan hijau pepohonan dan lukisan alam yang seketika membuatku tenang
Dan aku mengurungkan bahkan lupa dengan niat busukku
Kenapa itu semua Engkau lakukan?
Kenapa?
Entahlah ... otak dangkalku tak sampai jika memikirkan kenapa
Ahhh ... begitu berjuta alasan indah yang membuatku tak mampu dan tak mau menjauhi Engkau
terima kasih
selalu menjadi cahaya kala gelapku dan kesejukan kala terangku
Engkau .... Tuhanku
(Yogya, 10 April 2015)
Karya: Wahyu Deny Putra
dan aku merasa dunia ini tak adil
tapi, Engkau sengaja menyisakan satu sahabat setia
Kutatapi pandanganku yang terperosok pada keterpurukan
Langkahku mencari sebuah jurang
dan akan melompatinya
kenapa banyak hiasan hijau pepohonan dan lukisan alam yang seketika membuatku tenang
Dan aku mengurungkan bahkan lupa dengan niat busukku
Kenapa itu semua Engkau lakukan?
Kenapa?
Entahlah ... otak dangkalku tak sampai jika memikirkan kenapa
Ahhh ... begitu berjuta alasan indah yang membuatku tak mampu dan tak mau menjauhi Engkau
terima kasih
selalu menjadi cahaya kala gelapku dan kesejukan kala terangku
Engkau .... Tuhanku
(Yogya, 10 April 2015)
Karya: Wahyu Deny Putra
Comments
Post a Comment