"Dek, kita mau pergi ke mana ya enaknya?" Seorang pria bertanya kepada kekasih hatinya.
"Ehmm ... ke mana ya. Bingung aku, Mas."
"Ke pantai?"
"Jangan ah ... di sana panas."
"Emmm kalau ke puncak gimana?"
"Nanti aku kedinginan di sana. Ga mau ah."
"Duh kemana ya. Kalau ke Mall?"
"Ih terlalu ramai. Aku ga suka keramaian."
"Lha gimana dong? atau ke sawah?"
"Ih ngapain ke sawah? Kan sepi ntar kamu macem-macem lagi."
"Hadeuh kemana-mana nggak mau. Lha terus kita ke mana?" (",)?
"Nggak tahu!!!"
.
.
.
.
Terlihat bola lampu menyala di atas kepala sang pria--mendapatkan ide.
Aha.
"Bagaimana kalau kita ke KUA?"
"Iyaaaaa aku mauuuuuu."
***
Keesokan harinya si pria melamar kekasihnya. Sebulan kemudian mereka menikah di KUA. Dan mereka bahagia selamanya.
TAMAT
WDP, 22/5/2015
"Jangan ah ... di sana panas."
"Emmm kalau ke puncak gimana?"
"Nanti aku kedinginan di sana. Ga mau ah."
"Duh kemana ya. Kalau ke Mall?"
"Ih terlalu ramai. Aku ga suka keramaian."
"Lha gimana dong? atau ke sawah?"
"Ih ngapain ke sawah? Kan sepi ntar kamu macem-macem lagi."
"Hadeuh kemana-mana nggak mau. Lha terus kita ke mana?" (",)?
"Nggak tahu!!!"
.
.
.
.
Terlihat bola lampu menyala di atas kepala sang pria--mendapatkan ide.
Aha.
"Bagaimana kalau kita ke KUA?"
"Iyaaaaa aku mauuuuuu."
***
Keesokan harinya si pria melamar kekasihnya. Sebulan kemudian mereka menikah di KUA. Dan mereka bahagia selamanya.
TAMAT
WDP, 22/5/2015
Comments
Post a Comment