Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2015

SECANGKIR TEH

Pandanganku tertuju pada istana terbuat dari emas, tapi aneh sekali istananya hanya atap dan tiang penyangga tanpa ada dindingnya. Dengan indahnya panorama taman yang terhiasi pesona warna dedaunan dan bunga-bunga yang tumbuh subur dan rapi. Aku berjalan mendekat. Lalu kulihat ada   wanita yang mengenakan sebuah gaun putih dan berambut pendek berwarna hitam berkilau. Dia sedang duduk di bangku putih yang terletak di taman, tepatnya di samping air mancur. Aku penasaran, mencoba menghampirinya agar dapat melihat dengan jelas wajahnya. Aku melangkah perlahan dan sudah sampai jarak hanya lima langkah dari cewek itu. Dia menoleh ke arahku. Senyumnya sangat manis, dan dia menatapku dengan tatapan indah yang tidak bisa kuterjemahkan makna dari tatapan mata indahnya itu. Kurasakan hatiku bergetar indah dan mengalun syahdu, aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Hingga kuberanikan diri untuk menyapa. “Hai … boleh berkenalan denganmu?” tanyaku dengan tersendat-sendat dan sediki...

AKU TIDAK GILA

  Kuntoro masih terduduk lunglai menyedihkan dalam kaki yang terpasung kayu kokoh dan ditempatkan pada gubuk bambu kecil reot yang dulunya bekas kandang kambing. Sungguh sama sekali tak pantas untuk disemayami manusia manapun. Malam hari Kuntoro hanya ditemani oleh sadisnya angin malam yang menusuk ke kulit hingga tulangnya dan suara binatang malam yang terkadang merayap di tubuh tak berdayanya. Siang harinya hanya terdengar teriakan olok-olok anak kecil dan senyum sinis seakan jijik dari orang yang melewatinya. Apalagi sudah dua tahun lebih Kuntoro terpasung dalam bekas kandang itu. Setiap hari dia memakan makanan yang diberi oleh Pak Wasman, seorang lelaki tua miskin yang masih peduli padanya walaupun itu adalah nasi dan lauk sisa. Setiap pagi buta Pak Wasman selalu melepaskan pasungan Kuntoro untuk mengantarnya ke kali sejenak untuk buang air, mandi ataupun membasuh muka, kemudian langsung mengembalikan ke kandang dan memasungnya kembali. Jika sedang tak mampu me...